Posted by Lia on Jun 16, '08 5:17 AM for everyone
Integrasi Islam dan psikologi (yang kemudian disebut psikologi Islam) ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Secara tidak disadari, integrasi itu memadukan dua kewenangan bidang keilmuan. Kewenangan pertama pada label Islam yang sarat akan ilmu-ilmu keislaman, sedangkan kewenanan kedua pada label psikologi yang sarat akan cabang-cabang kepsikologian.

Lalu, siapa yang paling berkompetensi mengembangkan psikologi Islam? Apakah alumnus Perguruan Tinggi Islam yang memiliki kompetensi ilmu-ilmu keislaman? Ataukah alumnus psikologi yang mempunyai kompetensi psikologi?


Dalam pandangan Islam, manusia adalah makhluk unik. Manusia disanjung sedemikian tinggi, bahkan melebihi ketinggian malaikat sebagai makhluk spiritual sampai mereka disuruh Tuhan untuk bersujud dan mengakui keunggulannya. Sedangkan di sisi yang lain, ia dicerca, direndahkan serta dihinakan, bahkan lebih hina dari binatang. Karena keunikannya itu, berbagai disiplin ilmu pengetahuan tentang manusia kemudian lahir. Salah satu disiplin ilmu pengetahuan tersebut adalah psikologi. Psikologi secara umum adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dengan asumsi bahwa perilaku merupakan ungkapan dan cerminan gejal-gejala kejiwaan berupa kondisi, proses, dan fungsi kejiwaan.

Visi Islam atas berbagai konsep psikologi yaitu memberikan telaah kritis terhadap psikologi modern. Bisa dikatakan Islam dipakai sebagai pisau analisis untuk menilai konsep psikologi. Sedangkan psikologi bisa dipakai sebagai pisau analisis masalah-masalah umat. Inilah integrasi Islam dan psikologi tersebut.

Studi Islam yang dilihat dari pendekatan psikologi disebut dengan psikologi Islam. Substansi keilmuannya diturunkan dari Al-Quran, Sunah, dan pemikiran para ulama Islam untuk kemudian dikaji, dianalisis, dan diteliti melalui pendekatan psikologis. Psikologi Islam hadir karena Islam menyediakan perangkat yang diperlukan untuk membangunnya. Yang dimaksud dengan perangkat ini adalah konsep-konsep Islami tentang manusia, epistemologi ilmu, dan bagaimana penggunaan ilmu pengetahuan.

Tugas psikologi Islam adalah menerangkan, memprediksi, mengontrol, dan mengarahkan manusia mencapai ridha-Nya. Jadi, misi besar psikologi Islam yaitu menyelamatkan manusia dan mengantarkan manusia untuk memenuhi kecenderungan alaminya untuk kembali pada-Nya.



amalian wrote on Jul 2, '08
serius nian y!!
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help